Kasus Hilangnya 5 Anak Keluarga Sodder yang Tak Terpecahkan

TerryCallier.net – Di malam Natal yang tenang pada tanggal 24 Desember 1945, terjadi peristiwa kebakaran di kediaman keluarga Sodder di Fayetteville, West Virginia, Amerika Serikat. Kebakaran ini menyebabkan rumah tersebut hangus tanpa sisa.

Sang kepala keluarga, George Sodder dan istrinya, Jennie Sodder serta keempat anaknya berhasil selamat dari kebakaran tersebut. Namun, lima anaknya yang lain meghilang begitu saja tanpa jejak dan tidak ada tanda-tanda mayat maupun tulang belulang di lokasi kejadian.

Sampai hari ini kasus ini menjadi kasus misteri yang cukup terkenal dimana ceritanya sudah diulas di seluruh dunia. Kasus ini juga menjadi misteri yang membingungkan kepolisian dan pada akhirnya kasus ini tidak terpecahkan.

Anak-anak Sodder yang menghilang.

Keluarga Sodder

Anggota Keluarga Sodder

Keluarga Sodder adalah keluarga keturunan Italia yang berjumlah 12 orang terdiri atas ayah, George Sodeer, Jennie Sodder (ibu), dan 10 anaknya. Anak pertama mereka, Joe, tidak tinggal di rumah karena bertugas di militer.

Sang kepala keluarga, George Sodder adalah seorang imigran asal Italia dan menikah dengan Jennie yang merupakan keturunan Italia juga. Mereka tinggal di Fayetteville yang mayoritas penduduk disana juga keturunan Italia.

George merupakan seorang pebisnis batu bara yang pekerjaannya dibantu kedua anak laki-laki mereka yaitu John dan George Jr, sedangkan anak perempuan paling tua yaitu Marion, bekerja di salah satu swalayan di pusat kota Fayetteville.

Kronologis Kejadian

Pukul 22:00

Marion baru saja pulang dari pekerjaannya dan membawakan hadiah untuk adik-adiknya, yaitu Martha, Jennie, dan Betty. Ketiga gadis kecil itu merasa senang dengan hadiah yang diberikan kakaknya dan memohon kepada Sang ibu untuk diperbolehkan tidur terlambat.

Sementara itu, dua anak laki-laki yaitu Maurice dan Louis yang belum tidur, diingatkan kembali oleh Sang ibu untuk memasukkan hewan ternak mereka ke kandang dan memberi makan ayam. John dan George Jr sudah terlelap tidur karena lelah setelah seharian bekerja.

Setelah memastikan semuanya aman dan semua pintu terkunci, sang ibu menggendong putri kecil terakhirnya yang masih berumur dua tahun, yaitu Sylvia dan pergi tidur di lantai atas.

Pukul 00:30

Terdengar suara telepon berdering di ruang kerja milik George, Jennie yang terbangun kemudian pergi ke ruang kerja tersebut, kemudian mengangkat telepon tersebut dan ternyata yang didapati hanyalah orang yang salah sambung.

Menurut cerita yang disampaikan Jennie, ada keanehan pada panggilan telepon malam itu, orang yang menelepon tersebut menanyakan nama yang tidakĀ  dikenal dan kemudian tertawa dengan nada yang aneh. Jennie tidak menghiaraukannya kemudian menutup telepon dan kembali ke kamar atas.

Ketika hendak kembali ke kamar atas Jennie melihat Marion tertidur di sofa dengan keadaan lampu menyala serta gorden yang masih terbuka. Saat itu juga, Jennie berpikir anak-anaknya yang lain sudah tidur di kamarnya masing-masing.

Pukul 01:00

Jennie terbangun lagi karena mendengar suara benda menimpa atap rumah mereka dengan pantulan yang berulang.Namun, Jennie tidak memperdulikannya dan kembali tidur lagi.

Pukul 02:00

Jennie kembali terbangun karena mencium bau asap. Namun, kali ini ia kaget karena seluruh isi rumah sudah dipenuhi dengan asap. Asap tersebut berasal dari ruang kerja George yang berada di lantai bawah. Jennie langsung membangunkan suaminya, lalu membangunkan Marion dan memintanya untuk mengambil Sylvia yang tertidur di atas. Jenny dan Marion juga meminta bantuan tetangga sekitar.

George Sr, George Jr, dan John berusaha menyelamatkan lima orang anak lainnya yang masih di dalam rumah, namun sayang, tangga menuju lantai atas sudah dilalap api. Sementara itu Jennie berusaha menelpon pemadam kebakaran tetapi tidak ada jawaban, seorang tetangga pergi ke pemadam kebakaran. Namun, hanya ada sedikit petugas kebakaran yang sedang berjaga.

F.J Morris yang merupakan kepala pemadam kebakaran mengatakan bahwa sebagian besar personil pemadam kebakaran sedang pergi ke perang dunia dan sebagian yang lain menghabiskan malam natal bersama keluarga mereka di rumah.

George Sr dan kedua anaknya berhasil memanjat tembok rumah dan memecahkan kaca jendela kamar namun tidak ditemukan siapapun disana. Ia berusaha memasuki rumah dengan truk. Namun, pada saat itu truk tidak bisa dinyalakan.

Anggota keluarga Sodder yang selamat hanya bisa pasrah melihat api melahap rumahnya. Mereka berpikir kelima anak lainnya yang masih di dalam rumah sudah meninggal dunia. Setelah sekitar 45 menit kemudian, api berhasil dijinakkan.

Pukul 08:00

Anggota pemadam kebakaran yang lain datang ke lokasi kejadian dan mereka mencari jasad atau tulang belulang. Namun, mereka tidak pernah menemukannya. Kelima anak yang menghilang tersebut seakan hilang bersama rumah yang habis karena terbakar.

Lokasi Kebakaran

Proses Penyelidikan

George Sodder bersama istrinya berdiri di papan iklan pencarian anaknya.

Diduga kasus menghilangnya kelima anak ini akibat diculik. Namun, motif yang digunakan sampai hari ini masih belum menemui titik terang.

Penyidik menyimpulkan bahwa penyebab kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik. Namun, hal ini dibantah oleh George Sr, yang mengaku bahwa ia telah melakukan perbaikan pada jaringan listrik mereka sebelumnya. Hal ini juga dibenarkan tetangga sekitar yang menjadi saksi kejadian tersebut. Menurut kesaksian mereka, lantai bawah dan pohon natal saat itu masih menyala.

Kesaksian lain juga datang dari tetangga sekitar, ada yang melihat seseorang melemparkan benda ke atap rumah yang diyakini merupakan bom. Belum diketahui secara pasti, apa yang menyebabkan kebakaran pada malam itu.

Di kesaksian yang lain, petugas telepon yang datang untuk memeriksa, menyatakan bahwa ia menemukan tanda-tanda kabel telepon di rumah tersebut diputus secara sengaja oleh seseorang.

Keluarga Sodder yang tersisa yakin bahwa anggota keluarga yang hilang masih hidup. Berbagai upaya penyelidikan terus dilakukan oleh FBI namun tidak membuahkan hasil dan pada akhirnya kasus ini resmi ditutup pada 1950. Akhirnya keluarga Sodder menyewa seorang detektif namun tetap saja tak mampu mengungkap apa yang terjadi kepada lima anggota keluarga Sodder lainnya.

Titik terang dari kasus ini belum terlihat bahkan sampai George Sodder meninggal dunia pada tahun 1969 dan sang istri menyusul pada tahun 1988.

Sylvia yang masih bayi saat kejadian itu sekarang adalah seorang wanita tua. Selama hidupnya, ia tidak percaya bahwa saudara-saudaranya menemui nasib dalam kobaran api yang menghancurkan rumah mereka.

Berbagai macam teori muncul mengenai apa yang terjadi pada malam itu. Namun Sylvia juga tahu tanpa bukti yang jelas, mereka tidak akan pernah tahu apa yang terjadi pada anak-anak yang hilang itu.

Tetapi dengan rumah dan orang tua mereka berdua yang telah pergi, satu hal yang pasti, anak-anak Sodder tidak akan pernah bisa pulang lagi.

Sumber: Merinding.com, The Ghost In My Machine, Historic Mysteries

Sumber gambar: Buzzfeed, The Register-Herald, findagrave.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *