Sepak Bola Mempersatukan Dunia

TerryCallier.net – Jika ditanyakan apa olahraga terpopuler saat ini, sepak bola adalah jawabannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa sepak bola menjadi olahraga yang paling banyak mendapatkan perhatian di dunia. Olahraga ini dinikmati oleh semua orang tanpa membedakan status sosial, jenis kelamin, umur, maupun golongan.

Sepak bola tidak hanya berbicara mengenai dua tim yang beradu banyak mencetak gol, melainkan sepak bola saat ini menjadi faktor penting yang mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat dunia.

Foto oleh Marcos Moraes di Unsplash

Berbagai macam warna tumbuh bersama perjalanan olahraga sepak bola, olah raga ini dianggap sebagai alat pemersatu dalam segala aspek kehidupan. Konon saat hari Natal 1914 terjadi gencatan senjata tidak resmi terjadi antara Blok Sekutu (Inggriss, Perancis, Russia) dan Blok Sentral (Jerman, Austria-Hongaria, Italia) pada Perang Dunia I. Gencatan senjata diikuti permainan sepak bola oleh kedua belah pihak dan mengesampingkan perang diantaranya. Walaupun gencatan senjata ini berlangsung sesaat, paling tidak sepak bola pernah menyatukan mereka.

Kisah serupa juga terjadi di Nigeria. Ketika perang saudara di negara tersebut sedang berlangsung pada 1969, Pele dan timnya, Santos, melakukukan pertandingan eksebisi di Kota Lagos. Di pertandingan sepak bola tersebut, Santos dihadapkan dengan timnas Nigeria. Pertandingan ini menyebabkan perang saudara berhenti selama 48 jam atau dua hari. Kedua belah pihak sepakat menghentikan perang dan mengesampingkan segala kepentingan politik agar masyarakat Nigeria bisa tenang untuk menyaksikan Sang Maestro ‘Pele’ bertanding.

Pertandingan tersebut dihadiri sekitar 50.000 penonton dan animo masyarakat sangat riuh ketika mengetahui pele bermain di negara mereka. Hasil akhir pertandingan tersebut adalah imbang 2-2 dan Pele mencetak gol pada  laga tersebut. Cerita ini memiliki beberapa kontroversi di beberapa media cetak dunia. Namun, pada kenyataannya suasana di stadion saat itu benar-benar aman. Meskipun perang tidak berhenti setelah pertandingan tersebut,  momen ini dinilai bersejarah bagi masyarakat Nigeria.

Pembukaan Piala Dunia 2018. Sumber: fifa.com

Animo pemersatu bangsa lainnya adalah gelaran event Piala Dunia yang selalu diadakan empat tahun sekali. Pertandingan puncak sepak bola yang diadakan FIFA ini akan mengadu 32 Negara untuk merebut trofi Jules Rimet yang selalu dicita-citakan oleh seluruh negara di dunia. Piala Dunia memiliki kekuatan daya tarik yang luar biasa. Selama satu bulan event ini berlangsung, seluruh bagian masyarakat dunia pasti memperbincangkannya, tidak terhalang umur, agama, jenis kelamin, golongan, ataupun latar belakang budaya.

Penduduk dunia bebas mendukung tim-tim yang berlaga. Berbagai supporter rival bersatu dan mendukung negara mereka dengan rasa kebangsaan yang sama. Di Indonesia sendiri walaupun timnas tidak pernah lolos piala dunia setelah momen kemerdekaan,  suasana riuh selalu tercipta pada setiap elemen masyarakatnya.

Hal unik yang terjadi pada event Piala Dunia ini adalah tidak adanya kampanye berlebihan. Namun, masyarakat dunia bersatu merayakan pesta dunia ini dan mengesampingkan segala bentuk perbedaan yang ada. Walaupun rasanya aneh ketika negara yang tidak lolos ikut ramai ketika gelaran event ini, namun begitulah kenyataannya. Seakan-akan sepak bola mempuanyai kekuatan sendiri untuk menjadi simbol pemersatu segala perbedaan yang ada. Mungkin inilah alasan yang selalu kita dengar bahwa “Sepak bola adalah pemersatu dunia”.

Meskipun memiliki banyak sekali sisi positif di kehidupan, hal ini tidak membuat sepak bola lepas akan berbagai macam sorotan negatif maupun tragedi yang merugikan banyak jiwa. Terlepas dari hal-hal tersebut, sebagai manusia harusnya lebih sadar bahwa olah raga ini tidak lain untuk dinikmati bersama dan mengesampingkan permusuhan yang ada.

Sumber: 

https://seword.com/sport/bola-menyatukan-dunia-SyxFQfiXQ
https://www.goal.com/id/news/1366/amerika-utara-amerika-tengah-amerika-selatan/2017/01/26/31963422/goal-retro-magis-pele-hentikan-perang-saudara-di-nigeria

https://internasional.kompas.com/read/2018/12/25/13344111/25-desember-1914-gencatan-senjata-natal-saat-perang-dunia-i-dua-kubu?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *