Cara Efektif Mengatasi Anak Suka Mencontek

Cara Mengatasi Anak yang Suka Mencontek – Siapa yang tidak setuju bahwa mencontek adalah perilaku yang buruk? Awalnya, kebiasaan anak suka mencontek biasanya didapatkan dari lingkungan di sekitarnya. Bila di sekolah ia terbiasa mencontek, patut diperhatikan siapa yang menjadi teman-teman dekatnya di kelas.

mengatasi anak suka mencontek
Gambar : Pexels.com

Bukan maksud kami untuk membuat anak Anda jauh dari teman-temannya. Bila pengaruh negatif dari temannya tersebut sampai pada anak Anda, artinya Anda memiliki tugas ekstra untuk mengembalikan buah hati Anda pada jalan yang semestinya.

Mencontek bisa dikatakan merupakan proses mencuri data atau informasi dengan cara yang kurang terpuji. Mencontek merupakan contoh nyata praktik ketidakjujuran. Membiarkan anak mencontek sama halnya dengan membiasakan anak Anda tidak jujur dan malas berusaha.

Apabila perilaku atau pun perbuatan mencontek pada anak-anak ini muncul dengan frekuensi yang sering dan terjadi secara terus menerus, maka kita sebagai orang tua orangtua wajib memberi perhatian yang lebih pada anak kita. Kebiasaan dan perilaku mencontek pada anak tersebut tak boleh menjadi kebiasaan yang menetap pada anak kita tercinta.

Baca juga : 

Orangtua atau pun pendidik (guru) tentu sangat tak menginginkan anaknya jadi anak yang tumbuh tanpa adanya kepercayaan diri. Selain krisis percaya diri, anak yang gemar mencontek cenderung membuat ia menjadi malas serta mengalami keterlambatan di dalam belajar, daya nalar serta kekuatan mengingatnya pun cenderung rendah. Dan yang jelas, perbuatan yang demikian ini nantinya akan sangat merugikan bagi anak sendiri serta orang lain.

Untuk itulah, pendidik dan orangtua harus menolong anak yang terbiasa mencontek.

Cara mengatasi anak suka mencontek dengan efektif.

Apa saja yang bisa kita lakukan sebagai orang tua untuk menghilangkan kebiasaan mencontek ini pada Anak?Berikut ini ada beberapa cara mudah dan efektif mengatasi kebiasaan mencontek pada anak yang bisa Anda praktikkan.

  1. Tidak ada yang lebih penting dan utama dari berdo’a. Mintalah kepada Tuhan agar melembutkan hati anak kita, sehingga apa yang kita sampaikan diterima dengan baik & anak mau berubah .
  2. Sebagai orangtua atau pun pendidik, Anda harus tetap bisa bersikap tenang apabila anak atau peserta didik mengakui perbuatan curang maupun mencontek yang telah dilakukan . Jangan grusa-grusu dauhulu. Jangan tetiba marah besar kepada anak di depan.
  3. Sebagai suatu bentuk dari kepedulian orangtua, coba tanyakan kepadanya kenapa ia mencontek. Jawaban anak Anda nantinya bisa dijadikan landasan Anda menyikapi dan juga bertindak. Selalu perhatikan perkembangan pola belajar anak, sebagai suatu usaha pencegahan.
  4. Tolonglah anak Anda untuk bisa temukan jalan keluar dari permasalahannya. Beri motivasi apabila anak Anda merasa tak siap untuk hadapi tes atau pun merasa takut gagal. Katakan bahwa Anda percaya ia pasti bisa melakukannya dengan baik.
  5. Berikan bantuan dan juga bimbingan pada anak Anda saat belajar di rumah sebagai suatu sarana komunikasi pemberian nasihat yang bijak.
  6. Berikan penjelasan yang rasional dan baik kepada anak tentang dampak buruk dari tindakan mencontek. Apa dampaknya, dosanya, konsekuensinya. Dan sebagainya.
  7. Katakan pada anak Anda bahwasannya ‘hasil buruk’ yang didapat dari proses yang baik dan benar (mengerjakan dengan jujur) jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan ‘hasil baik’ yang didapatkan dari hasil yang tidak benar, seperti mencontek.
  8. Apabila menurut Anda kemampuan anak di bawah standar, maka carilah bimbingan belajar. Bimbingan belajar di sini sangat luas maknanya, tidak harus dengan ikut lembaga bimbingan belajar. Carikan anak Anda teman belajar yang pas menurut kami juga cukup, kok.
  9. Jangan menghakimi hasil yang didapatkan oleh anak Anda tanpa mencontek, seburuk apapun hasilnya. Selalu evaluasi proses belajar yang ia lakukan. Awasi dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
  10. Orangtua atau pun pendidik ada baiknya selalu memperhatikan dan memberikan contoh perbuatan baik. Berikan teladan yang baik bagi anak Anda. Selalu apresiasi hasil pekerjaannya. Berikan ia kepercayaan diri.

Akhir kata, bagaimanapun, hasil yang didapatkan dari mencontek sama sekali tidak bagus. Tidak ada gunanya. Penanaman pendidikan karakter pada anak jauh lebih penting dan berharga dibandingkan dengan nilai yang didapatkannya di sekolah.

Kami tidak mengatakan nilai di sekolah tidak ada gunanya. Hanya, kejujuran itu lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan apa yang tertulis di dalam rapor atau ijazah anak 🙂

Demikian kiat mengatasi anak yang memiliki kebiasaan mencontek yang bisa kami bagikan.

Semoga bermanfaat.

Sekian.

Cara Efektif Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak

Cara Efektif Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak – Sebagai orangtua yang baik, tentunya Anda menginginkan anak-anak Anda berhasil, baik secara akademik dan juga emosional di dalam kehidupan mereka. Sering sekali orangtua dan juga pendidik hanya terfokus kepada bidang akademik saja. Mereka cenderung mengabaikan kecerdasan emosional anak.

cara melatih kecerdasan emosional anak
Sumber : Pexels.com

Daniel Goleman menuliskan sebuah buku yang berjudul “Emotional Intelligence”, yang mana dalam buku tersebut dia menuliskan apa arti dan maksud dari kecerdasan emosional. Dia juga membahas serta menuliskan bagaimana Anda bisa mendidik kecerdasan emosional anak-anak Anda sejak usia dini dalam kehidupan mereka.

Bahkan tak hanya itu saja, dia juga jelaskan kenapa kemampuan anak dalam menangi emosi atau EQ yang baik bisa jadi indikator yang lebih baik pada keberhasilan daripada kecerdasan IQ.

Lantas, bagaimana cara mendidik dan mengembangkan kecerdasan emosional anak usia di dini? Simak tulisan singkat kami ini ya.

Cara Efektif Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak

Hal-hal di bawah ini perlu Anda perhatikan.

#1. Mengembangkan kesadaran diri anak

Ini adalah tentang diri sendiri dan juga tentang memahami perasaan orang lain, mengetahui apa yang diinginkan, dan mengetahui apa yang Anda suka serta menyelaraskannya dengan kebutuhan dan kepentingan orang lain. Orang cerdas mengenai hal tersebut nantinya akan membuat sebuah keputusan yang jauh lebih baik tentang suatu keputusan yang memengaruhi kehidupannya satu kali dalam seumur hidup.

Baca juga : Cara Mengatasi Anak Suka Mencontek

Contohnya adalah keputusan dengan siapa mereka nantinya akan menikah atau pun pekerjaan apa yang akan dipilih. Yang demikian ini akan menjadikan anak lebih merasa dihargai, dipahami, divalidasi, tingkatkan harga diri dan juga penerimaan diri mereka.

Untuk itu, ajarkan kepada anak untuk selalu mencoba memahami perasaan orang lain, menghargai orang lain, pekerjaannya, pendapatnya, dan sebagainya. Ajarkan anak untuk banyak mendengar. Jangan biasakan selalu memberikan apa yang anak inginkan ya, Bund.

#2. Ajarkan kepada anak untuk mengelola perasaannya

Sedangkan yang demikian ini melibatkan penangangan emosi seseorang, khususnya kecemasan, kemarahan, dan juga frustasi. Tingkat kedewasaan diri adalah salah satu cara terbaik dan paling tepat untuk menangani emosi. Menerima perasaan anak-anak akan sangat membantu anak untuk belajar tentang bagaimana caranya menenangkan diri dan juga bersantai.

Anak-anak perlu sekali belajar bahawasannya emosi mempunyai fungsi serta perlu dikelola yang lebih efektif lagi. Anak juga perlu diajarkan bagaimana cara untuk bangkit kembali dari kegagalan serta masalah. Belajar untuk mengelola perasaan bisa membantu meringankan perasaan stress berat serta meringankan penyakit yang ada kaitannya dengan stress.

#3. Berikan motivasi kepada anak, selalu!

Hal satu ini penting sekali untuk keberhasilan hidup. Keberhasilan di dalam hidup sulit sekali untuk dicapai tanpa adanya motivasi dan juga ketekunan, khususnya saat hadapi kegagalan. Kemampuan memotivasi diri libatkan pengendalian diri, tak mudah merasa puas, bisa kendalikan impulsif, dan tekun. Optimisme dan juga harapan bisa dicontohkan dengan cara yang seperti ini

“Nak, Kamu pasti bisa lakukan hal tersebut dan Mama percaya padamu”

Hal yang demikian ini penting sekali bagi para orangtua dan pendidik untuk ditanamkan pada anak-anak.

Nah, itulah tadi tulisan singkat yang dapat kami bagikan kepada Anda tentang cara mendidik kecerdasan emosional anak sejak usia dini yang sangat efektif. Tidak perlu muluk-muluk. Melakukan yang sedikit tapi tekun jauh lebih baik daripada melakukan banyak teori namun tidak berkelanjutan.

Semoga bermanfaat. Semoga kecerdasan spiritual anak kita meningkat ya Bund.

Sekian.